Dekorasi Rumah Type 36

Siapapun bisa mengubah rumahnya nampak ‘homey and loveable’ hanya dengan kreatifitas tangan sendiri. Begitu yang terjadi dengan Kanyaka Wara Apsari, ibu muda satu anak yang kini menekuni bidang home decor. Sebagai permulaan, ia belajar untuk mengasah kemampuan dengan mendekorasi rumah minimalis miliknya yang berlokasi di Kota Kuningan, Jawa Barat.

Huniannya memiliki luas bangunan 36 meter persegi dan luas tanah 90 meter persegi. Di dalamnya terdapat dua kamar tidur, satu kamar mandi, ruang keluarga, dapur, ruang makan, dan taman, seperti lazimnya rumah tipe 36.

Namun berkat kepiawaiannya yang dimulai dari rajin melihat posting-an foto di pinterest, rumah kecilnya itu bisa terlihat lega hanya dengan mengaplikasikan sejumlah jurus.

“Memang tidak bisa dipungkiri rumah tipe 36 membuat penghuni agak susah bergerak. Maka dari itu, jangan memperparah kondisi yang ada dengan menempatkan banyak barang/furnitur maupun pernak-pernik yang sifatnya tidak fungsional,” ujar wanita yang akrab disapa Kanya.

Menurutnya, kebanyakan orang justru menganggap rumah kecil menjadi masalah utama sehingga mereka malas untuk mendekorasinya.

Padahal, selama tahu celahnya, rumah sempit tetap bisa secantik layaknya rumah berukuran luas.

“Hampir 80% furnitur di rumah saya beli kustom ke pengrajin dekat rumah. Selain desain bisa disesuaikan keinginan, kualitas pun memang terbukti lebih bagus. Salah satunya kitchen set yang Saya beli seharga Rp15 juta,” ia menambahkan.

Untuk area belakang rumah, Kanya menyebutnya sebagai ‘most favourite spot’ bagi dirinya dan keluarga. Area ini praktis mencakup dapur, ruang makan, taman belakang, dan ruang cuci-jemur pakaian.

Berbeda dengan kebanyakan orang yang mengubah ruang belakang menjadi area yang tertutup permanen, Kanya hanya menggunakan gypsum dan fiber glass. Alhasil, ruangan belakang tetap terasa lapang.

Masuknya cahaya alami juga memungkinkan ia memelihara tanaman. Pemandangan indah ini menjadi point of interest yang bisa dinikmati sembari menyantap hidangan di meja makan.

“Sengaja Saya sisakan 1/4 bidang atap untuk plastik fiber, yang jikalau tampias tidak akan membanjiri lantai keramik karena air hujan langsung terserap tanah dan rumput. Oleh karena itu posisinya harus tepat di atas taman,” Kanya memberi saran.

Secara tidak langsung, stone garden yang dianggapnya sebagai pemanis taman, malah terlihat layaknya pembatas antara area dapur dengan taman.

Terlebih ia memang tidak menyekat antar area guna memaksimalkan lahan yang ada.

“Stone garden ini bisa dikerjakan sendiri. Caranya, lapisi tanah kosong dengan semen terlebih dahulu, lalu gunakan semen kembali sebagai pembatas berpola kotak berukuran keramik 40x40cm. Setelah kering, isi dengan batu koral warna hitam atau putih,” paparnya.

Terakhir, menyoal bujet untuk mendekorasi keseluruhan ruang di rumah, Kanya mengaku sudah menghabiskan biaya hingga Rp40 juta.

“Sekitar Rp30 juta untuk furnitur seperti lemari, ranjang tidur, sofa, dan lain-lain. Sementara total uang yang saya habiskan untuk membeli pernak-pernik pemanis interior Rp10 juta,” tandasnya.

Dekorasi Rumah Type 36 | admin | 4.5